Rabu, 14 April 2010

Jenis-jenis Anak Berkebutuhan Khusus: bab 4

4. Tunadaksa
Tunadaksa adalah individu yang memiliki gangguan gerak yang disebabkan oleh kelainan neuro-muskular dan struktur tulang yang bersifat bawaan, sakit atau akibat kecelakaan, termasuk celebral palsy, amputasi, polio, dan lumpuh. Tingkat gangguan pada tunadaksa adalah ringan yaitu memiliki keterbatasan dalam melakukan aktifitas fisik tetap masih dapat ditingkatkan melalui terapi, sedang yaitu memilki keterbatasan motorik dan mengalami gangguan koordinasi sensorik, berat yaitu memiliki keterbatasan total dalam gerakan fisik dan tidak mampu mengontrol gerakan fisik.


Sumber: maulana fajar wandhiro

Jenis-jenis Anak Berkebutuhan Khusus: bab 3

3. Tunagrahita
Tunagrahita adalah individu yang memiliki intelegensi yang signifikan berada dibawah rata-rata dan disertai dengan ketidakmampuan dalam adaptasi prilaku yang muncul dalam masa perkembangan. klasifikasi tunagrahita berdasarkan pada tingkatan IQ. Tunagrahita ringan (IQ : 51-70), Tunagrahita sedang (IQ : 36-51), Tunagrahita berat (IQ : 20-35), Tunagrahita sangat berat (IQ dibawah 20). Pembelajaran bagi individu tunagrahita lebih dititik beratkan pada kemampuan bina diri dan sosialisasi.


Sumber: maulana fajar wandhiro

Jenis-jenis Anak Berkebutuhan Khusus: bab 2

2. Tunarungu
Tunarungu adalah individu yang memiliki hambatan dalam pendengaran baik permanen maupun tidak permanen. Klasifikasi tunarungu berdasarkan tingkat gangguan pendengaran adalah: Gangguan pendengaran sangat ringan(27-40dB), Gangguan pendengaran ringan(41-55dB), Gangguan pendengaran sedang(56-70dB), Gangguan pendengaran berat(71-90dB), Gangguan pendengaran ekstrim/tuli(di atas 91dB). Karena memiliki hambatan dalam pendengaran individu tunarungu memiliki hambatan dalam berbicara sehingga mereka biasa disebut tunawicara. Cara berkomunikasi dengan individu menggunakan bahasa isyarat, untuk abjad jari telah dipatenkan secara internasional sedangkan untuk isyarat bahasa berbeda-beda di setiap negara. saat ini dibeberapa sekolah sedang dikembangkan komunikasi total yaitu cara berkomunikasi dengan melibatkan bahasa verbal, bahasa isyarat dan bahasa tubuh. Individu tunarungu cenderung kesulitan dalam memahami konsep dari sesuatu yang abstrak.


Sumber: maulana fajar wandhiro

Jenis-jenis Anak Berkebutuhan Khusus: bab 1

Yang termasuk kedalam anak berkebutuhan khusus antara lain: tunanetra, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa, tunalaras, kesulitan belajar, gangguan prilaku, anak berbakat, anak dengan gangguan kesehatan. istilah lain bagi anak berkebutuhan khusus adalah anak luar biasa dan anak cacat. Karena karakteristik dan hambatan yang dimilki, anak berkebutuhan khusus memerlukan bentuk pelayanan pendidikan khusus yang disesuaikan dengan kemampuan dan potensi mereka, contohnya bagi tunanetra mereka memerlukan modifikasi teks bacaan menjadi tulisan Braille dan tunarungu berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat.
1. Tunanetra
Tunanetra adalah individu yang memiliki hambatan dalam penglihatan. tunanetra dapat diklasifikasikan kedalam dua golongan yaitu: buta total (Blind) dan low vision. Definisi Tunanetra menurut Kaufman & Hallahan adalah individu yang memiliki lemah penglihatan atau akurasi penglihatan kurang dari 6/60 setelah dikoreksi atau tidak lagi memiliki penglihatan. Karena tunanetra memiliki keterbataan dalam indra penglihatan maka proses pembelajaran menekankan pada alat indra yang lain yaitu indra peraba dan indra pendengaran. Oleh karena itu prinsip yang harus diperhatikan dalam memberikan pengajaran kepada individu tunanetra adalah media yang digunakan harus bersifat taktual dan bersuara, contohnya adalah penggunaan tulisan braille, gambar timbul, benda model dan benda nyata. sedangkan media yang bersuara adalah tape recorder dan peranti lunak JAWS. Untuk membantu tunanetra beraktifitas di sekolah luar biasa mereka belajar mengenai Orientasi dan Mobilitas. Orientasi dan Mobilitas diantaranya mempelajari bagaimana tunanetra mengetahui tempat dan arah serta bagaimana menggunakan tongkat putih (tongkat khusus tunanetra yang terbuat dari alumunium)


Sumber: maulana fajar wandhiro

Autism Spectrum Disorder (ASD)

Bayak orang sering bertanya kepada saya bagaimana caranya mengidentifikasi gangguan perkembangan pada anak, baik di lingkungan sekolah maupun lingkungan keluarga. Mereka menilai akses informasi yang ada sekarang, terasa membingungkan dan tidak praktis. Maka melalui tulisan ini saya berharap ada sesuatu yang dapat mengisi kebingungan ini dan bernilai bagi banyak keluarga dan tenaga pengajar.

Pertama, saya ingin menjelaskan bahwa dari berbagai pengalaman saya dengan anak autisme, terdapat dua garis besar yang bisa disimpulkan. pertama, apa tanda-tandanya ketika seorang anak disebut autisme dan bagaimana mendapatkan diagnosanya.

Saya menggunakan istilah “Autism Spectrum Disorder” (ASD) di seluruh uraian makalah ini untuk semua anak dengan gejala autisme yang lebih luas, termasuk autisme infatil, gangguan autistik, autistik atipikal, sindrom asperger, maupun gangguan PDD/PDD NOS. Ke semuanya akan saya uraikan perbedaannya kemudian.





Sumber: http://specialneedskid.wordpress.com/

APA DAN BAGAIMANA “ASD” ITU !? : bab 9

Beberapa poin utama pendekatan ini:

* Mendorong munculnya atensi dan keakraban dengan menciptakan kegembiraan.
* Menciptakan komunikasi dua arah, dengan bermain.
* Mendorong munculnya ekspresi emosi dan penggunaan perasaan serta gagasan.
* Penanganan dengan mendorong anak dari pengalaman logis
* Pendekatan terapi wicara, hampir semua anak ASD mengalami kelainan bicara dan bahasa. Pertama seorang terapis wicara akan melakukan assesmen/observasi, lalu dievaluasi untuk selanjutnya dapat ditegakkan diagnosa kemudian akan ditentukan metode berdasarkan beberapa aspek gangguan wicara seperti :
o Gangguan bahasa: dislogia, afasia
o Gangguan bicara/artikulasi: dislalia, disatria, disglosia
o Gangguan suara: berbisik, serak, tidak ada suara (afonia/disfonia)
o Gangguan irama dan kelancaran: latah dan gagap

* Pendekatan terapi okupasi (OT)
Terapi ini selain fisik juga mencakup pengembangan intelektual, sosial, emosi, dan kreatifitas. OT identik dengan latihan motorik halus dan latihan motorik kasar.
Ada tiga fungsi dasar dari OT:

*
o Pemulihan fungsional, yaitu membuat pemulihan fungsi persendian, otot, dan kondisi tubuh pada umumnya sesuai kebutuhan.
o Fungsi persiapan, yaitu memberi peluang pada anak menghadapi tugas pekerjaan atau keterampilan yang sesuai dengan kecerdasan.
o Fungsi pemeliharan, yaitu menghindari penurunan mental, penurunan fungsi dan memelihara serta mengembangkan potensi kecerdasan.

Di atas adalah beberapa pendekatan yang lebih populer seklaipun terdapat beberapa pendekatan lain. Walaupun di antara pendekatan itu ada perbedaan dan pertentangan, tergantung anak itu sendiri. Perlu saya tekankan bahwa semuanya ternyata saling melengkapi dan apa pun pendekatan itu akan membawa ke arah perbaikan. Jarang sekali orangtua menggunakan satu pendekatan karena obyeknya adalah pertumbuhan dan perkembangan anak.

Contohnya: pendekatan Gleen Doman, pendekatan Son-rise, Teacch, PECS, AIT dan lain-lain.


Sumber: http://specialneedskid.wordpress.com/

APA DAN BAGAIMANA “ASD” ITU !? : bab 8

Contoh:
Anak berumur 2 tahun memperlihatkan tingkah laku berulang seperti membariskan mainan dengan cara tertentu, memaksa minum dengan gelas yang sama, dapat berhitung dengan baik, dan punya keterampilan bahasa dan komunikasi. Kemungkinan dia memiliki gangguan obsesif kumulatif, tapi sejenis di atas, anak dengan gangguan bahasa ini mungkin mempunyai cacat bahasa spesifik.

Ada beberapa kriteria di dalam ASD?

* Pervasive developmental disorder (PDD)
* Pervasive developmental disorder not otherwise specified (PDD Nos)
* ADHD dan ADD
* Autisme high function
* Sindrom aspeger

Kategori PPD adalah jika seorang anak mengalami keterlambatan tiga hal utama, yaitu sosialisasi, bahasa dan komunikasi, tingkah laku yang bermakna (parah/meresap). Apabila dari tiga kriteria ada yang tidak terpenuhi maka akan digunakan kriteria PDD Nos, diagnosa ADD dan ADHD.

Anak-anak ini sangat dominan dalam bergerak terus menerus dan impulsifitas. Dalam ADD dan ADHD pun dibagi tiga kategori ADHD, yaitu hiperaktif yang dominan, ADHD impulsifitas yang dominan, atau kombinasi keduanya.

Autisme high function adalah anak-anak yang cacat dalam komunikasi tapi memiliki tingkat yang kognitif dan belajar yang baik. Sementara sindrom asperger adalah anak-anak yang di usia 2-3 tahun didiagnosa autisme, tapi setelah mendapat penanganan, perbaikannya nyata dan menonjol dalam bahasa. Asperger berada pada hirarki yang paling tinggi dalam autisme.

Ada beberapa pendekatan untuk menangani autistik

* Pendekatan ABA (Applied Behavioural Analysis)
Penanganan ini merupakan jenis program intensif yang berdasarkan terapi tingkah laku dan biasa digunakan untuk menjelaskan banyak program sekitar Lovaas.
Poin utama pendekatan:

* Melibatkan 40 jam dalam seminggu,
* Pendekatan berbasis rumah dan anak
* Program terstruktur di sini mengacu pada work in progress, more than words
* Terapis terlatih untuk memandu program dan memberi nasehat, dukungan untuk yang lain
* Orangtua harus terlibat
* Program menggunakan penguat positif untuk mendorong pembelajaran dan kepatuhan menjadi fokus utama pendekatan.

* Pendekatan sensori integrasi (SI)
Pendekatan SI berdasarkan teori bahwa beberapa sistem saraf anak tidak terintegrasi dalam memahami input sensori (apa yang kita lihat, kita sentuh, kita dengar dan sebagainya). Tujuannya menawarkan perbaikan sistem kerja otak melalui stimulasi dari luar.
Beberapa aktivitas terapi sensori integrasi.

* Terapi dirancang untuk memberikan rangsangan pada keseimbangan, gerak, posisi sendi, tekanan, perabaan, auditori, visual.
* Disesuaikan dengan kebutuhan anak
* Diberikan 1-2 kali seminggu
* Terapis mengarahkan kegiatan yang dapat memberikan tantangan dan terus ditingkatkan kesulitannya
* Pendekatan floor time. Yaitu suatu pendekatan yang berbasis bermain. Ketika anak bermain, Anda ikut bermain tetapi keterlibatan kita memegang peranan penting. Tugas kita adalah mengikuti langkah-langkah yang diminati anak, tapi kerjakan dengan mendorongnya berinteraksi dengan Anda.



Sumber: http://specialneedskid.wordpress.com/